6 Konten MPLS Wajib untuk Branding Sekolah

Bang Ridlo

Saat ini sebagian besar sekolah tengah melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang biasa disebut dengan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Pada MPLS ini berbagai kegiatan diselenggarakan, selain memperkenalkan budaya dan lingkungan sekolah, MPLS ini juga dijadikan ajang ‘open house’ bagi beberapa sekolah.

Walimurid ataupun masyarakat sekitar bisa mengunjungi sekolah dan mengenal sekolah lebih dekat.

Dari sekian banyak aktivitas dan kegiatan dalam MPLS tidak banyak sekolah yang benar-benar mempersiapkan konten yang relevan dengan branding sekolah.

Paling banter pada dokumentasi kegiatan dan seringkali hanya sebatas foto bersama tanpa disertai cerita menarik dibalik kegiatan tersebut.

Lalu, seperti apakah konten yang menarik dan relevan dengan branding sekolah? Baca artikel ini sampai tuntas.

Konten yang selaras dengan branding sekolah untuk MPLS adalah konten yang mampu menciptakan persepsi unik, menarik & berbeda sesuai nilai-nilai yang ingin dibangun.

Berikut beberapa rekomendasi konten yang bisa anda gunakan dan terapkan untuk meningkatkan branding sekolah diantaranya adalah:

1. Konten Pengenalan Program Sekolah

Saat kegiatan MPLS ada program sekolah yang dikenalkan kepada peserta didik dan walimurid. Aktivitas ini selaras dengan branding sekolah WAJIB untuk di dokumentasikan dalam bentuk konten, baik foto maupun video.

Konten ini bisa berisi tentang program sekolah yang menjadi program unggulan (unik, berbeda dan menarik).

Aktivitas pengenalan program sekolah yang melibatkan peserta didik ini perlu kita dokumentasikan dengan baik.

Selain foto dan video, narasi baik berupa teks maupun lisan (audio), perlu kita kemas sedemikian rupa. Selain menceritakan program tersebut, dokumentasi yang dilakukan harus bisa bercerita tentang sisi unik dan menarik dari program tersebut.

Pengemasan dalam bentuk konten tidak perlu kompleks, namun cukup sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat secara umum.

2. Konten Perkenalan Dewan Guru

Saat kegiatan MPLS sebagian audien dari media sosial sekolah mungkin menaruh perhatian dengan kehadiran guru-guru baru dan re-posisi dari guru-guru sebelumnya.

Hal ini bisa kita jadikan konten untuk memperkenalkan dewan guru beserta jabatan.

Memperkenalkan melalui konten ini memunculkan kesan positif kepada audiens dan membuat sekolah lebih dekat dengan para walimurid ataupun audiens secara umum. Sekaligus bisa mengundang para alumni untuk memberikan kesan atau interaksi positif tentang guru-guru yang dihadirkan dalam konten tersebut.

3. Live Streaming dan VLOG Liputan MPLS

Kegiatan MPLS yang menarik bisa dibawakan oleh presenter atau vlogger yang berperan seperti wartawan yang meliput aktivitas-aktivitas menarik.

Mulai dari gerbang depan, keseruan masing-masing kelas, sampai pada penutupan MPLS yang meriah bisa menjadikan live streaming atau vlog dari liputan MPLS ini berpotensi mendatangkan kunjungan yang banyak dari audiens.

4. Dokumentasi Simbolis MPLS

Jika dalam kegiatan MPLS terdapat kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan meriah, ini bisa menjadi bahan konten yang sangat menarik.

Contoh: cap tangan untuk gerakan literasi yang dilakukan seluruh peserta didik, pembuatan hasil karya 1 kelas secara bersama-sama, simbolis penyerahan penghargaan, dan lain-lain.

Kegiatan simbolis MPLS yang selaras dengan brand sekolah sangat perlu didokumentasikan agar menjadi konten yang bisa diolah kembali suatu saat nanti jika diperlukan.

5. Testimoni Peserta didik & Walimurid

Konten berupa testimoni peserta didik dan walimurid tentang keseruan MPLS di sekolah bisa kita jadikan bahan konten yang menarik.

Sebab, testimoni positif dari peserta didik maupun walimurid mampu meningkatkan tingkat kepercayaan dan persepsi orang-orang yang melihat konten tersebut.

Selain itu, saat kita mencoba mengajak peserta didik dan walimurid terlibat dalam pembuatan konten testimoni ini, mereka juga berpotensi untuk mengundang kunjungan ke media sosial ataupun channel publikasi lain.

6. Sambutan Kepala Sekolah

Meskipun terbilang konten sambutan dari kepala sekolah ini bukanlah hal yang baru, belum banyak sekolah yang benar-benar serius untuk memproduksi konten ini.

Terkadang dan seringkali hanya sebatas sambutan resmi untuk menyambut peserta didik dan walimurid baru.

Padahal, peluang untuk meningkatkan kepercayaan dan persepsi walimurid serta masyarakat bisa dilakukan dari mengoptimalkan story telling penyampaian sambutan kepala sekolah.

Kita sebagai tim konten kreator seyogyanya merancang sambutan kepala sekolah yang menarik, inspiratif serta mampu menghipnotis bukan hanya walimurid tetapi juga masyarakat umum sehingga terbangun persepsi positif tentang lembaga kita.

Nah, demikian beberapa ide konten MLPS yang bisa anda manfaatkan untuk meningkatkan branding dan citra sekolah.

Adakah ide lain yang mungkin bisa ditambahkan? Silakan tinggalkan komentar di bawah! Semoga bermanfaat.

0

Share on:

Leave a Comment