6 Tips Konten Media Sosial untuk Sekolah dan Yayasan Selama PSBB

PSBB telah dilakukan di beberapa daerah. Kebijakan dari pemerintahpun untuk daerah lain yang masih zona kuning atau hijau juga tidak berbeda. Aktivitas sekolah ditiadakan, digantikan dengan study from home atau disingkat dengan SFH.

Bagaimana dengan media sosial sekolah atau yayasan yang aktif mempublikasi kegiatan di sekolah, jika kali ini tidak ada kegiatan disekolah?

Berikut beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk tetap produktif dan aktif dalam publikasi di media sosial. Tentunya untuk tetap menjaga kualitas branding sekolah atau yayasan tetap berada dijalan yang benar.

1. Tetap Update Konten dengan frekuensi stabil

Meskipun konten agak berkurang bukan menjadi alasan anda mengurangi frekuensi postingan di media sosial. Lakukan seperti yang sebelumnya dilakukan. Update 2x perhari, 3x perhari atau minimal 1x perhari.

2. Gunakan Foto dan Video sebanyak mungkin.

Adanya PSBB dan kebijakan lainnya, membuat orangtua dan netizen semakin mempunyai banyak waktu dirumah serta beraktivitas dengan menggunakan gadget dan perangkat internet lainnya.
Banjir informasi ini membuat kita sebagai penanggung jawab media sosial lembaga, harus meningkatkan kualitas konten dengan memperbanyak konten dalam bentuk foto kegiatan dan video kegiatan atau kompilasi yang menjadi pengingat dari value atau nilai yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. (nanti akan kita bahas di edisi selanjutnya tentang ini)

3. Tanggapi Komentar

Aktivitas yang kini banyak beralih ke dunia digital membuat kita harus senantiasa memantau apa yang ada di media sosial, terutama komentar yang muncul di postingan kita.
Dengan ikut menanggapi komentar, kita telah membangun interaksi positif antara lembaga yang diwakilkan dengan media sosial dengan orangtua atau masyarakat yang ikut berinteraksi di postingan tersebut.

4. Buat HASHTAG sesuai brand

Selama masa PSBB ataupun SFH, kita harus menyiapkan beberapa hashtag spesial yang menjadi icon dari brand sekolah atau lembaga kita.
Tentu, perlu direncanakan dengan matang dan disepakati seluruh civitas akademik yang ada di sekolah agar semakin massive hashtag yang kita publikasi.
Contoh: #DistanceLearning #BelajarAsikDiRumah #BelajarKarakterDiRumah #KreatifDiRumahAja dan lain-lain. Sesuaikan dengan program sekolah yang dijalankan selama SFH.

5. Pin Posting Penting

Beberapa pengumuman penting yang kita jadikan postingan, harus kita Pin (sematkan) agar para audiens kita bisa mendapatkan informasi lebih cepat tanpa harus melakukan pencarian atau scrolling ke bawah.
Untuk Fanpage dan Twitter bisa menggunakan pin, untuk Instagram bisa menggunakan Highlight Story.

6. Lakukan Riset Konten untuk Orangtua

Selama SFH, orangtua yang juga banyak beraktivitas di rumah. Mereka membutuhkan asupan informasi bermanfaat selama mendampingi kegiatan anak-anak dirumah.
Kita perlu melalukan riset konten yang paling dibutuhkan oleh orangtua dan tentunya mempublikasinya di media sosial maupun di blog website lembaga atau sekolah.
Demikian tips konten media sosial untuk sekolah dan yayasan selama PSBB. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Item added to cart.
0 items - Rp0

Sudah tahu template Ramadhan Keren ini?

%d bloggers like this: