Branding, Branding Sekolah

Aplikasi & Contoh Branding Sekolah Efektif

Branding sekolah merupakan sekumpulan upaya untuk menciptakan persepsi unik dan menarik di benak customer, dalam hal ini walimurid dan peserta didik sebagai...

Written by Bang Ridlo · 2 min read >
contoh branding sekolah

Branding sekolah merupakan sekumpulan upaya untuk menciptakan persepsi unik dan menarik di benak customer, dalam hal ini walimurid dan peserta didik sebagai bentuk diferensiasi keunggulan dibandingkan dengan sekolah lain.

Menurut Prof. Nader Tavassoli dari London Business School di salah satu sesi kuliahnya menyampaikan, upaya branding merupakan serangkaian kegiatan untuk menciptakan pengalaman-pengalaman menarik dan berkesan kepada customer.

Pengalaman-pengalaman tersebut yang membentuk persepsi akan suatu brand (pencitraan merek) dibenak customer.

Maka, bisa dikatakan praktik sederhana dari branding sekolah adalah memastikan pengalaman-pengalaman positif, menarik dan unik tercipta di benak orangtua atau walimurid dan umumnya kepada masyarakat sekitar.

Maka, jika kita membuat beberapa kategori dari contoh-contoh branding sekolah sebagai berikut:

1. Identitas Visual

Suka tidak suka, pandangan pertama mempengaruhi persepsi seseorang terhadap sesuatu. Hal yang tampak secara visual, menjadi tolak ukur pertama dalam pembentukan persepsi. Seperti halnya kita memiliki persepsi khusus saat bertemu dengan orang lain yang baru pertama kali.

Kita melihat wajahnya, ekspresinya, pakaian dan bahkan juga cara berperilaku orang tersebut. Apa yang kita lihat ini menjadi bahan awal pembentukan persepsi. Bisa jadi baik, jika kita melihat dari sisi baik-baiknya saja. Atau malah yang tampak secara visual membuat anda mengkorelasikan dengan hal-hal yang kurang baik.

Tentu berbeda saat kita bertemu dengan orang yang tampak rapi, bersih, cara bertutur kata yang sopan dibandingkan dengan bertemu dengan orang yang mohon maaf, rambut acak-acakan, raut muka yang tidak ramah, serta cara berpakaian yang kurang rapi.

Jika bicara tentang branding sekolah atau institusi pendidikan secara visual, maka yang menjadi tolak ukurnya adalah bagaimana rupa identitas visual: logo sekolah, warna dominan, tampilan gedung sekolah, tampilan gurunya, tampilan bentuk sekolah dari depan, tampilan petugas keamanan dan lain-lain.

Pertanyaannya, sudahkah hal-hal yang tampak ini menjadi perhatian kita dalam rangka menciptakan pengalaman unik, menarik dan berkesan?

2. Identitas Nilai

Secara aspek visual, atau tampilan segala sesuatu bisa di-setting, direncanakan, bahkan dimanipulasi. Maka tidak heran, ada ungkapan Don’t judge the book by the cover.

Pekerjaan rumah branding sekolah kedua setelah tampilannya adalah bagaimana nilai-nilai keunggulan dan diferensiasi ini diusung di sekolah atau lembaga kita.

Pada aspek identitas nilai ini setidaknya saya membaginya menjadi 4 yaitu:

  • Positioning: Bahasa mudahnya adalah, apa sebenarnya jenis kelamin dari sekolah kita. Sekolah kita menawarkan diri sebagai sekolah yang seperti apa? Contoh: Sekolah Tahfidz, Sekolah Pemimpin, Sekolah Juara, dan lain-lain.
  • Differentiation: Ini adalah jawaban dari pertanyaan, apa perbedaan sekolah kita dengan sekolah lain? Apa yang membuat walimurid perlu menyekolahkan putra dan putri mereka di sekolah kita?
  • Excellent Services: bagaimana pelayanan yang kita berikan (untuk menciptakan pengalaman).
  • Quality Assurances: jaminan mutu apa yang kita garansikan dan janjikan kepada walimurid?

Keempat elemen ini menjadi penting untuk diperhatikan dan dikuatkan jika memang sekolah ingin serius dalam mem-branding sekolah.

3. Identitas Komunikasi

Bicara tentang komunikasi secara kelembagaan, maka branding sekolah berkaitan erat dengan bagaimana cara sekolah menjalin komunikasi dengan pihak internal maupun eksternal.

Dalam hal ini, internal adalah para stakeholder sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, manajemen, komite, walimurid dan siswa). Sedangkan eskternal adalah sekolah lain, pemerintahan, perusahaan ataupun organisasi kemasyarakatan yang bersentuhan dengan sekolah secara langsung maupun tidak langsung.

Catatan penting untuk branding sekolah untuk era digital sekarang ini, aspek identitas komunikasi ini juga berarti tentang bagaimana sekolah menciptakan persepsi melalui media sosial, website ataupun hal-hal yang digital.

Maka, keberadaan sekolah di media sosial, bagaimana bentuk website dan kontennya merupakan sebagian kecil dari contoh branding sekolah yang perlu kita perhatikan.

Tambahan penting untuk identitas komunikasi dalam branding sekolah adalah citra sekolah yang tampak dari media cetak, media elektronik maupun media lain. Serta, bagaimana sekolah kita menampakkan diri di ajang kegiatan (event) yang dilangsungkan di dalam maupun di luar sekolah.

Publikasi kegiatan sekolah di media-media juga perlu kita atur (meskipun sebagian orang menyebutnya dengan pencitraan). Tetapi, menurut hemat saya, jika memang nilai positif itu ada di sekolah, mencitrakan di media tentu menjadi hal yang harus dilakukan.

Tetapi, jangan sampai pencitraan itu tidak terbukti di identitas nilai (value) yang harusnya menjadi muara dari semua kegiatan branding sekolah.

Nah, bagaimana menurut anda kawan? Contoh branding sekolah apa yang sudah anda lakukan jika membaca artikel di atas? Bagaimana dampaknya? Mari berbagi di kolom komentar.

Semoga artikel tentang contoh branding sekolah ini bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Written by Bang Ridlo
Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk! Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published.