Mengoptimalkan Whatsapp untuk Branding & Marketing Sekolah

Pada kesempatan kali ini ijinkan saya berbagi tentang bagaimana mengoptimalkan whatsapp sebagai sarana komunikasi efektif untuk edukasi kepada walimurid sekaligus media promosi (branding dan marketing sekolah).

Kita mengenal erat sekali aplikasi ini, dan tulisan ini pun anda mendapatkannya melalui aplikasi Whatsapp. Sudah banyak data dan fakta terkait aplikasi yang saat ini telah diakuisisi oleh Facebook.

Pada kesempatan kali ini ini saya ingin membagikan tips sederhana bagaimana mengoptimalkan aplikasi ini untuk kegiatan branding dan marketing sekolah.

Untuk menggunakan whatsapp sebagai salah satu media atau channel dalam komunikasi sekolah atau lembaga maka perlu kita pertimbangkan hal sebagai berikut:

1. Nomor Official Whatsapp

Hampir dipastikan jika walimurid kita memiliki nomor whatsapp. Oleh karena itu pertimbangkan kembali untuk menentukan dan memilih nomor official Whatsapp yang digunakan sebagai call center layanan pendidikan kita.

Meskipun hubungan walimurid dengan walikelas masing-masing menggunakan nomor whatsapp, sekolah tetap perlu menyiapkan nomor khusus yang digunakan untuk pusat komunikasi layanan, baik untuk walimurid maupun calon walimurid terlebih masyarakat umum yang ingin menghubungi sekolah atau lembaga.

2. Perencanaan Konten Broadcast

Salah satu fitur Whatsapp adalah kemampuan mengirimkan pesan secara massal (dibantu dengan software). Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan perkembangan terkait dengan proses layanan pendidikan yang ada di sekolah.

Baik bertujuan informatif maupun menjadi salah satu penguatan branding dan marketing sekolah.

Oleh karena itu perlu didesain secara khusus dan sistematis konten yang sifatnya periodik, yang kita kirimkan kepada walimurid dan calon walimurid ataupun database sekolah lainnya (alumni, jejaring, komite, dll).

Kategori dan isi konten tergantung pada pesan dan motif pengiriman pesan. Bisa menjadi ajang riset sederhana mengenai minat dan kebutuhan, bisa juga tentang prosedur dan peraturan baru,  atau bahkan untuk meminta kontribusi berupa aksi mendukung tagar tertentu, subscribe channel youtube, dll.

3. Gaya Komunikasi

Gaya komunikasi ini sifatnya keluar (sebagai pesan keluar) ataupun dalam bentuk reply (balasan) saat ada yang menghubungi nomor official WA sekolah atau lembaga.

Standarisasi gaya bahasa perlu menjadi perhatian, sebab dari gaya bahasa ini ‘kesan’ tentang sekolah serta pengalaman berinteraksi pengirim pesan menjadi ‘citra’ dan akhirnya membentuk brand sekolah atau lembaga.

Lembaga kita ingin dikenal sebagai lembaga profesional dari gaya bahasanya, atau lembaga yg friendly, lembaga yang SKSD (sok kenal sok dekat) atau yang lainnya. Semua tergantung gaya bahasa yang digunakan. Maka berhati-hati dalam memilih petugas atau PJ yang memegang nomor WA sekolah.

4. Excellent Services with Whatsapp

Era digital ini membuat sekolah dan lembaga pendidikan ditantang untuk menjaga pelayanan prima. Seperti gaya komunikasi yang digunakan di poin 3 menjadi tolak ukur bagaimana pelayanan prima dijalankan.

Termasuk seberapa cepat respon CS pemegang nomor WA, kesigapan dalam memberikan jawaban dan solusi atas permasalahan yang muncul di pesan WA, ataupun tindak lanjut dalam atas tawaran, informasi dari walimurid ataupun masyarakat yang menghubungi nomor official WA sekolah.

Nah, pertanyaan reflektif untuk tulisan di atas adalah, “Sudah sejauh mana kita mengoptimalkan Whatsapp dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada walimurid ataupun masyarakat?”

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Item added to cart.
0 items - Rp0
%d bloggers like this: