Mengenal CTA (Call to Action) pada Konten Media Sosial & Artikel Website Sekolah

Bang Ridlo
Latest posts by Bang Ridlo (see all)

Apakah anda pernah mendengar istilah Call to Action (CTA) sebelumnya?. CTA adalah singkatan dari Call to Action yang jika diartikan secara harfiah adalah aksi/instruksi untuk melakukan aksi.

Tentang Call to Action (CTA)

Dalam dunia digital marketing, CTA adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran ataupun media promosi.

CTA bisa berupa sebuah ajakan untuk melakukan sesuatu. Misalnya:

  • Silakan Like & Comment di status ini!
  • Bagikan juga pengalaman anda di kolom komentar..
  • Segera hubungi nomor kontak di bawah ini untuk melakukan pendaftaran
  • Klik link di bawah dan daftar sekarang juga!
  • Pastikan anda tidak menunda untuk klik tautan berikut..
  • dll

Bagaimana? Sudah sering membaca CTA ini kan?

Mengapa Call to Action (CTA) Penting?

Pertanyaan berikutnya, mengapa CTA ini begitu penting dalam penawaran dan promosi?

Bayangkan anda bertemu dengan seorang yang sangat menarik, seolah bertemu dengan teman yang sudah tidak lama berjumpa. Cerita kesana kemari begitu menyenangkan.

Setelah beberapa waktu ngobrol dan berpamitan. Kemudian kita tadi bertanya,

“Eh tadi siapa ya? Sedang mau apa tadi dia? Lho, tadi belum sempat kenalan!”

dan mungkin juga pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin terlintas di pikiran anda setelah bertemu orang tersebut.

Bayangkan lagi jika anda bertemu dengan seorang yang sedang menawari produk, lalu setelah bercerita panjang lebar mengenai produk dan anda menikmati cerita tersebut.

Lalu, orang ini beranjak pergi. Tanpa menawarkan produk tersebut, tanpa ada ajakan untuk mempelajari lebih lanjut atau sekedar meninggalkan kontak jika anda mungkin tertarik..

Cerita yang menyenangkan, obrolan yang menarik, mengagumkan menjadi tidak berarti karena tidak ada aksi yang terjadi setelah panjang lebar cerita tersebut.

Apalagi jika konteks kita adalah marketing. Maka, penawaran yang menarik dan mengagumkang tersebut tidak terjadi konversi (pembelian).

Boleh jadi ada sebagian orang yang berinisiatif membeli tanpa perlu kita ajak. Tetapi selama ini tidak banyak.

CTA juga berarti kita menunjukkan tujuan yang jelas untuk aktivitas penawaran yang kita lakukan.

Call to Action untuk Konten Edukasi

Bagaimana jika konten yang kita sajikan bukan konten penawaran? Masih perlu CTA?

Ini adalah pendekatan yang saya dapatkan melalui pengalaman, dan boleh jadi pengalaman ini bisa anda juga gunakan ataupun juga boleh anda abaikan jika dirasa tidak cocok dengan target market anda.

Hampir setiap postingan di media sosial ataupun di blog saya selalu saya sematkan CTA secara halus maupun blak-blakan.

Minimal, saya mengajak para pembaca untuk merefleksikan tulisan yang saya buat di blog ataupun memberikan Like dan ikut berkomentar di media sosial.

Ada 2 tujuan yang ingin saya capai dengan CTA yang disematkan di konten yaitu:

  • Memberikan makna pada konten yang telah dibaca
  • Meningkatkan kemungkinan interaksi dengan pembaca

Contoh lain saat membuat berita dokumentasi tentang kegiatan sekolah, biasanya rekan-rekan guru menulis dengan 5W2H untuk melengkapi unsur beritanya yang standar.

Bagaimana CTA yang tepat untuk konten berita kegiatan sekolah seperti itu?

Biasanya di akhir berita tersebut saya menyelipkan CTA seperti:

  • Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pembiasaan karakter kepemimpinan di sekolah. Anda juga bisa melihat kegiatan lain melalui Instagram kami di >> @akunIGSekolah
  • Dapatkan informasi terbaru tentang program terbaru sekolah di Channel Youtube >> Link Menuju Channel Youtube Sekolah
  • Bagaimana menurut anda? Apakah aktivitas tersebut telah dibiasakan di sekolah ananda sebelumnya? Klik Link berikut untuk melihat-lihat aktivitas menarik lainnya..

Kesimpulan CTA

Nah, setelah anda mulai memahami tentang CTA dan seberapa penting CTA ini untuk anda.

Maka, sekarang waktunya anda mencoba merancang CTA yang menarik dan halus untuk konten edukasi.

Sekali lagi CTA ini menjadi penting jika anda ingin membuat pembaca melakukan sesuatu dan meningkatkan interaksi dengan mereka.

Pilihan CTA tergantung dari apa yang menurut anda bisa pembaca lakukan namun tidak memerlukan energi yang besar. Jika CTA kita terlalu rumit dan banyak, justru akan menjadi bumerang bagi kita dan mereka merasa diperintah-perintah.

Tidak ada orang yang suka diperintah bukan?

1

Share on:

Leave a Comment