Guru, Guru Milenial, Harian

Pengaruh THE WHY Seorang Guru

Tulisan ini terinspirasi oleh Buku Start with Why yang ditulis oleh Om Simon Sinek. Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk anda...

Written by Bang Ridlo · 1 min read >
golden gate bridge

Tulisan ini terinspirasi oleh Buku Start with Why yang ditulis oleh Om Simon Sinek. Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk anda baca dan nikmati dengan secangkir teha tau kopi hangat.

Secara singkat buku ini menggali seberapa penting dan dampak dari THE WHY.

Jika bicara produk, maka THE WHY dari produk ini. Mengapa produk ini hadir, mengapa produk ini diperlukan, mengapa produk ini bisa bermanfaat, dan mengapa-mengapa yang lainnya.

Jika bicara tentang kepemimpinan, maka THE WHY ini yang menjadi sebab seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh seorang pemimpin atau leader. Keberhasilan memimpin dan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya disebabkan oleh seberapa besar THE WHY berhasil dipahamai oleh orang-orang yang dipimpin.

Kita menyebutnya dengan value atau nilai yang dianut. Value ini yang membuat orang-orang yang dipimpin bergerak, mengikuti arahan dari pemimpin. Melakukan dan memberikan yang terbaik tanpa paksaan. Serta mengijinkan dirinya sendiri untuk mengikuti setiap langkah yang diambil oleh pemimpin yang THE WHY-nya sudah berhasil tersinkronisasi dengan mereka.

Lalu, bagaimana dengan guru?

Saya sangat yakin, jika ALASAN TERBESAR seorang guru berhasil nyambung kepada siswa. Maka, perjalanan di kelas akan jauh lebih menyenangkan dan membuat para siswa di dalamnya menemukan potensi terbaiknya.

THE WHY dari guru ini yang menjadi penggerak di dalam kelas. Sayangnya, THE WHY ini juga menjadi potensi ketidaklancaran kelas yang diaransemen oleh guru.

Boleh jadi THE WHY dari seorang guru hanya berbicara tentang finansial, kebutuhan hidup atau hal-hal yang terbatas. Maka itulah yang ditangkap oleh para siswa di kelas.

THE WHY yang tidak menarik, monoton, berorientasi hanya pada materi belaka, menghasilkan kelas yang cenderung membosankan dan kehilangan makna.

Jika pun pembelajaran terselenggara sesuai rencana (RPP), maka outcome tidak sampai pada dampak yang akan terjadi di masa depan. Seolah tanaman yang berbuah, namun tidak termanfaatkan. Seperti kering tanpa memberikan kesan pada diri siswa. Kesan dan kebermaknaan yang membuat ia menjadi pribadi yang bukan hanya paham, namun membuat pemahamannya menjadi inspirasi bagi atribut karakter dan akhlak yang bertumbuh semakin baik.

Sebaliknya, saat THE WHY seorang guru berupa cita-cita mulia mendedikasikan diri untuk mempersiapkan generasi terbaik untuk agama dan bangsa. Kelasnya terasa begitu menggairahkan dan berisi energi positif yang besar.

Setiap kegiatan yang ada di dalam kelas, menjadi penggerak pemahaman serta pembentukan perilaku yang positif. Manusia-manusia yang berakhlak mulia, dan berbudaya dilatihkan dan terbentuk di kelas ini.

Semua berawal dari THE WHY dari seorang guru. Jika THE WHY ini berhasil disalurkan juga kepada para siswa, mereka pun juga membentuk dan memiliki THE WHY serupa.

Mereka memahami MENGAPA mereka belajar dan hadir di kelas ini, MENGAPA mereka memilih untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada di soal, MENGAPA mereka berdiskusi dengan rekan sekelompok, MENGAPA mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik saat presentasi dan perlombaan, MENGAPA mereka berusaha menyelesaikan setiap proyek yang diberikan, dan lain-lain.

Kesimpulan

THE WHY dari seorang guru menggerakkan kelas, seperti kekuatan NIAT yang menggerakkan guru itu sendiri di setiap usaha dan tindakannya.

Maka, penting bagi kita sebagai pendidik memastikan memupuk THE WHY, MENGAPA kita memilih menjadi pendidik, MENGAPA kita memilih untuk masuk ke kelas ini, MENGAPA kita memilih bersabar dan bersusah payah merancang pembelajaran yang mudah, menyenangkan serta menyentuh hati peserta didik kita.

Bagaimana menurut anda kawan? Apa THE WHY anda sebagai pendidik yang membuat anda bangun pagi dengan penuh semangat menyambut hari?

Written by Bang Ridlo
Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk! Profile

Kacang Ijo dan Integritas

Bang Ridlo in Harian
  ·   2 min read

Saat Guru Merasa Puas

Bang Ridlo in Guru, Guru Milenial
  ·   2 min read

Leave a Reply