Guru, Guru Milenial, Pendidikan

Strategi Belajar Lebih Cepat & Efisien Menurut Buku Learn Better

Tulisan ini terinspirasi oleh Buku Learn Better yang ditulis oleh Ulrich Boser. Ulasan ini akan membantu anda untuk mempelajari strategi yang efektif...

Written by Bang Ridlo · 2 min read >

Tulisan ini terinspirasi oleh Buku Learn Better yang ditulis oleh Ulrich Boser. Ulasan ini akan membantu anda untuk mempelajari strategi yang efektif untuk mempercepat proses belajar kita, baik dalam memahami pengetahuan ataupun menguasai keterampilan baru.

Om Ulrich merekomendasikan strategi belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Value
  2. Target
  3. Develop
  4. Relate
  5. Rethink

1. Value

Jika kita dapat menemukan value, nilai, dari apa yang akan kita pelajari. Maka, proses pembelajaran yang kita lakukan akan jauh lebih cepat dan efektif.

Boleh jadi, selama ini kita sekedar ‘belajar’ tanpa menemukan terlebih dahulu. Sebenarnya, apa ‘nilai’ atau kebermaknaan dari yang kita pelajari. Baik itu pengetahuan ataupun keterampilan.Maka, tidak heran kita ataupun siswa kita kehilangan kecepatan belajar di tengah prosesnya, karena kita gagal membersamai mereka menemukan kebermaknaan atas apa yang mereka pelajari.

Mudahnya, langkah ini menjawab pertanyaan:

  • Untuk apa saya mempelajari ini?
  • Apa manfaat saya mempelajari ini?
  • Setelah saya memahami materi ini, lalu apa?
  • Setelah saya menguasai keterampilan ini, lalu??
  • Apa dampaknya jika saya gagal memahami atau menguasai ini??
  • dan pertanyaan2 lain yang bisa kita gali agar kebermaknaan dari apa yang kita pelajari menjadi lebih jelas.

2. Target

Bicara tentang target, Om Ulrich tidak hanya merekomendasikan kita menyusun target yang jelas untuk belajar.

Namun, agar kita lebih cepat dalam belajar ataupun menguasai suatu keterampilan, kita direkomendasikan untuk memecah/membagi target belajar yang ‘besar’ menjadi target yang lebih kecil.

Selain memudahkan untuk kita mencapainya (menurut Om Ulrich), membagi target belajar menjadi lebih kecil membantu kita lebih mudah untuk memahami sejauh mana keberhasilan dari proses belajar yang kita lalui.

Jika bicara di kelas, tentunya kita mengenal penyusunan tujuan pembelajaran dengan sintaks ABCD ataupun tujuan pembelajaran berbasis dimensi pemahaman, keterampilan ataupun perubahan perilaku.

Seorang guru, juga perlu memecah tujuan pembelajaran yang besar dan luas, menjadi lebih kecil dan berjenjang untuk dicapai.

Om Ulrich juga menambahkan, saat memecah tujuan belajar lebih micro ia juga menyarankan untuk memastikan kita telah menguasai pemahaman dasar atau keterampilan dasar (jika dibutuhkan) atas apa yang kita pelajari saat ini.

Sebab, boleh jadi pembatas dan penghalang proses belajar yang terjadi disebabkan karena kita tidak memiliki prasyarat pengetahuan atau keterampilan yang dibutuhkan.

Maka, jika bicara di kelas sebelum kita beralih di materi ajar tertentu, WAJIB kita memastikan peserta didik telah memiliki pemahaman DASAR (prasyarat) ataupun keterampilan DASAR yang dibutuhkan untuk mempelajari materi yang baru.

3. Develop

Saat proses pembelajaran berlangsung,bisa jadi kita mengalami kendala berupa ketidaktahuan untuk meningkatkan ataupun mengembangkan apa yang telah kita pelajari. Om Ulrich memberikan saran agar kita bisa meningkatkan apa yang kita pelajari dengan umpan balik, bisa dari rekan sejawat ataupun mentor ataupun orang yang tepat menurut kita bisa memberikan umpan balik atas apa yang kita pelajari.

Selain umpan balik, kita juga bisa mengembangkan apa yang kita pelajari dengan melakukan monitoring dan evaluasi. Tujuan dari monitoring ini kita diharapkan bisa mengevaluasi kesalahan kita saat proses belajar dan mengurangi pengulangan kesalahan tersebut.

Jika di kelas, kita bisa menambahkan skenario review teman sejawat ataupun self-monitoring atas apa yang peserta didik pelajari. Pemberian umpan balik yang membangun juga bisa kita berikan atas presentasi ataupun demonstrasi pengetahuan/keterampilan yang dilakukan oleh peserta didik.

4. Relate

Saat kita mulai menguasai suatu pemahaman atau keterampilan, Om Ulrich menyarankan kita untuk menghubungkannya dengan konsep lain.

Bisa juga melakukan variasi implementasi yang berbeda untuk pemahaman yang sama. Harapannya, semakin bervariasi praktik yang dilakukan, pemahaman dan keterampilan yang kita pelajari semakin meningkat.

Jika kita di kelas, maka kita bisa melatihkan peserta didik untuk menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan materi lain ataupun memberikan variasi latihan berbeda (jika merupakan keterampilan)

5. Rethink

Salah satu sebab pengetahuan atau keterampilan kita tidak berkembang adalah karena kita terlalu percaya diri atas apa yang kita pelajari atau penguasaan keterampilan tersebut.

Percaya diri berlebihan, menyebabkan kita menutup peluang pemahaman lebih luas dan lebih dalam.

Om Ulrich mengingatkan dengan percaya diri berlebihan, justru membuat kita berpeluang melakukan kesalahan (baik di sadari atau tidak).

Rethink bukan membuat kita meragukan atas apa yang telah kita pelajari dan kuasai, namun membuat kita lebih terbuka atas pemahaman baru, keterampilan baru yang melengkapi apa yang telah kita pahami dan kuasai.

Nah, bagaimana menurut anda? Apakah 5 langkah ini bisa membuat anda semakin cepat menguasai pengetahuan baru dan bisa diterapkan saat anda di kelas?

Oh ya, tulisan ini juga saya bagikan melalui email setiap Senin, ingin dapat juga? Klik tautan: https://mridlo.com/inspiringmonday/

Written by Bang Ridlo
Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk! Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published.