Persiapan Saat Ingin Melanjutkan Studi di Luar Negeri

Bang Ridlo

Sekitar tahun 2011 sampai 2013 saya mendapatkan kesempatan bekerja di salah satu agensi untuk calon mahasiswa yang ingin berkuliah di luar negeri, tepatnya jika ingin berkuliah ke Malaysia dan atau Belanda.

Agensi, atau biasa dikenal dengan istilah konsultan pendidikan yang saat itu memang menjadi perantara atau support system yang diperlukan jika kita ingin mendaftarkan diri ke kampus luar negeri.

Meskipun bisa dilakukan secara mandiri, dengan bantuan agensi kita akan mendapatkan bantuan informasi yang lebih mudah dan valid. Mulai dari konsultasi pemilihan jurusan, peluang karir, persyaratan yang ditetapkan kampus tujuan, persiapan dokumen, pengurusan dokumen sampai dengan akomodasi dan tempat tinggal di negara tujuan.

Setidaknya jauh lebih efisien dan memudahkan bagi orang yang masih awam dan belum memiliki sumber informasi yang valid.

Saya yang saat itu menjadi bagian dari tim konsultasi calon mahasiswa ini juga sering berkomunikasi kepada yang bersangkutan maupun kepada orang tua mereka.

Apa yang perlu dipersiapkan jika kita ingin berkuliah ke luar negeri dengan atau tanpa beasiswa? Berikut saya rangkum pengalaman menjadi tim konsultasi di agensi tersebut.

1. Kemampuan Bahasa Inggris

Persiapan ini menjadi WAJIB jika negara tujuan anda memang tidak memberi syarat penguasaan bahasa setempat seperti Jerman dan Perancis.

Selain sertifikat TOELF dan IELTS yang menjadi prasyarat kampus tujuan, kemampuan berkomunikasi dan literasi sangat penting untuk mendukung adaptasi kita di negara tujuan.

2. CV

Curriculuum Vitae ini sebenarnya opsional, artinya tidak semua kampus mewajibkan. Namun, untuk langkah antisipasi sekaligus memudahkan administrasi Anda perlu menyiapkan CV ini dengan baik.

CV ini sederhananya berisi tentang data diri, pengalaman pendidikan, pengakuan, penghargaan, dan kemampuan (skill).

Setidaknya, dengan CV yang baik, rapi dan lengkap memudahkan kita saat ada peluang beasiswa ataupun persyaratan masuk kampus. Ada juga beberapa kampus tujuan memiliki form online sebagai penggan CV yang perlu diisi. Its okey, nanti CV ini bisa senantiasa kita perbaharui dan dipergunakan untuk pencatatan portfolio diri saat dibutuhkan.

3. Ijazah & Transkrip Nilai

Untuk calon mahasiswa S1 ataupun S2/S3 perlu menyiapkan ijazah dan transkrip nilai. Umunya, ijazah dan transkrip nilai ini perlu diterjemahkan dalam bahasa asing.

Untuk menterjemahkan ijazah dan transkrip nilai, tidak bisa kita lakukan sendiri. Anda perlu menggunajan jasa penerjemah untuk menerjemahkan dokumen ijazah dan transkrip nilai tersebut. Pastikan penyedia jasa penerjemah tersebut adalah penyedia yang profesional dan terpercaya.

4. Letter of Acceptance (LoA)

LoA adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh kampus yang menyatakan Anda telah diterima sebagai mahasiswa di kampus tersebut.

Syarat untuk mendapatkan LoA ini bervariasi tergantung kebijakan masing-masing kampus. Anda perlu mencari tahu lebih lanjut di masing-masing kampus tujuan.

Beberapa kampus memberikan prasyarat berupa pengakuan kemampuan Bahasa Inggris (seperti TOEFL ataupun IELTS).

Kapan-kapan akan saya bahas tentang pengalaman saya mencoba mendaftarkan diri di beasiswa LPDP tahun 2023 yang sayangnya harus berakhir di sesi wawancara terakhir.

Setidaknya pengalaman mengikuti LPDP dari persyaratan dokumen sampai ujian tulis atau skolastik bisa anda dapatkan dari cerita saya nanti.

Jadi, jika Anda menggunakan dokumen berbahasa asing yang terverifikasi, gunakanlah jasa penerjemah profesional terpercaya. Salah satunya adalah JITS, Jakarta International Translation Services.

Selain jasa untuk menerjemahkan dokumen ada beberapa layanan seperti jasa interpreter, legalisir dokumen, dan lain-lain. Anda bisa mendapatkan informasi lengkap di website JITS.

Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa.

0

Share on:

Leave a Comment