Apa itu Marketing Sekolah? Sebuah Sudut Pandang

Menurut American Marketing Association, marketing adalah sekumpulan aktivitas, institusi dan proses dari menciptakan, mengokomunikasikan, menyampaikan dan menukarkan sesuatu yang memiliki nilai untuk konsumer, klien, partner dan masyarakat dlam skala luas.

Definisi Marketing Sekolah

Menurut M. Nurul Huda (2019), Marketing sekolah adalah salah satu cara untuk mengenalkan dan untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas yang dimiliki sekolah kepada masyarakat dan para konsumen dengan proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diingikan dengan menciptakan, menawaran produk-produk yang dimiliki sekolah, karena pemasaran merupakan disiplin ilmu yang digunakan oleh suatu sekolah untuk memenuhi kebutuhan konsumen. (Sumber: http://e-jurnal.stail.ac.id/index.php/tadibi/article/view/122)

Pendapat ini dikuatkan juga oleh Abdillah Mundir (2015) yang menyatakan bahwa marketing sekolah berupa analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program yang dirumuskan secara hati-hati, yang dirancang untuk menghasilkan pertukaran nilai secara sukarela dengan pasar sasaran/pasar target (target market) jasa pendidikan untuk mencapai tujuan sekolah. (Sumber: http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/malia/article/view/369)

Sudut Pandang Marketing Sekolah

sudut pandang marketing sekolah

Sudut pandang marketing sekolah yang pertama, memandang bahwa walimurid sama seperti customer dalam industri, barang maupun jasa.

Walimurid, selayaknya customer yang harus mendapatkan pelayanan prima dari penyedia jasa (sekolah).

Sudut pandang yang kedua, memandang walimurid adalah walimurid. Bukan obyek dari marketing seperti customer. Artinya, tidak ada aktivitas marketing dengan targetnya walimurid.

Sudut pandang kedua ini, memilih menghindari promosi berlebihan yang biasa dikenal dengan me-marketing-kan sekolah. Kegiatan hanya berfokus pada kepuasan walimurid sebagai pengguna jasa yang memiliki hak yang harus diberikan oleh sekolah.

Sudut pandang pertama ataupun kedua, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun, terkadang saling bersinggungan antara sudut pandang pertama dan kedua.

Faktanya, sekolah swasta yang cukup besar dan berpengalaman tidak menjamin proses PPDB berjalan sesuai rencana.

Pilihan calon walimurid terhadap sekolah sangat kompetitif, terlebih lagi di era internet of things (IoT). Berbagai pilihan sekolah tinggal digenggaman tangan, maka sekolah yang tidak memperdulikan strategi marketing digital bisa berpeluang kehilangan kesempatan besar.

Belum lagi ditambah dengan lembaga yang SDM nya memasuki zona nyaman. Merasa sudah besar, sudah berpengalaman dan merasa tidak memiliki kompetitor yang selevel. Hal inipun juga mempengaruhi bagaimana pelayanan yang diberikan kepada walimurid.

Bagaimana menurut anda? Seberapa penting marketing sekolah dilakukan? Apa dampak yang terjadi jika sekolah tidak melakukan “marketing sekolah“?

Kita akan membahas bagaimana strategi marketing sekolah di edisi berikutnya.

1 thought on “Apa itu Marketing Sekolah? Sebuah Sudut Pandang”

Leave a Reply

Item added to cart.
0 items - Rp0

Sudah tahu template Idul Adha ini?

%d bloggers like this: