Implementasi Selling Level untuk Marketing Sekolah

Bang Ridlo
Latest posts by Bang Ridlo (see all)

Melakukan aktivitas marketing sekolah adalah upaya untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tujuan yang umumnya ingin dicapai oleh sekolah adalah tercapainya jumlah pendaftaran peserta didik baru.

Saya lebih suka mengistilahkan promosi daripada selling, meskipun secara istilah promosi dan selling adalah dua hal yang berbeda. Tetapi untuk bahasan kita kali ini, istilah promosi disamakan dengan selling.

Nah, jika anda pernah membaca teori pemasaran dan selling, ada 3 tingkatan:

1. Feature Selling

Pada level ini, aktivitas promosi sekolah berlomba-lomba untuk menonjolkan fasilitas, keunggulan fisik, prestasi, dan lain-lain.

Jika sekolah memiliki cukup banyak fasilitas fisik yang mumpuni dan karakteristik sasaran calon walimurid dan murid kita memang menyukai hal ini, bisa dipertimbangkan untuk memaksimalkan aktivitas feature selling ini.

Sayangnya, seiring perubahan waktu banyak sekolah yang memiliki fasilitas yang mirip dan serupa. Sehingga jika hanya bertahan di aktivitas level ini, kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perhatian khusus dari target market sekolah kita.

2. Benefit Selling

Pada level ini, aktivitas promosi sekolah sudah bergeser tidak hanya menceritakan keunggulan fasilitas dan fitur yang dimiliki sekolah.

Namun sudah banyak menceritakan manfaat yang akan diperoleh oleh calon walimurid dan murid itu sendiri jika memilih sekolah yang bersangkutan.

Sebagian marketer sering mengalihbahasakan fitur/fasilitas menjadi bahasa kebermanfaatan. Selain terasa lebih mengena dan hal ini memiliki daya tarik yang lebih kuat daripada sekedar menceritakan fitur belaka.

Contoh:

FiturBenefit
Program Bahasa Inggris RutinTerdapat program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris yang memungkinkan peserta didik bisa berkomunikasi aktif, membaca dan bahkan menulis dalam bahasa Inggris.
Program Entrepreneur KidsProgram khusus yang dibuat untuk melatih karakter entrepreneur dalam diri peserta didik seperti mandiri, kepemimpinan, bertanggung jawab, kreatif dan lain-lain.

3. Solution Selling

Pada level ini, aktivitas promosi sudah tidak hanya menceritakan manfaat tetapi fokus pada solusi yang ditawarkan oleh sekolah atas permasalahan yang dihadapi oleh calon walimurid ataupun murid.

Contoh:

FiturBenefitSolusi
Program Bahasa Inggris RutinTerdapat program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris yang memungkinkan peserta didik bisa berkomunikasi aktif, membaca dan bahkan menulis dalam bahasa Inggris.Menyiapkan peserta didik untuk menjadi bagian dari masyarakat Internasional serta mampu berkolaborasi.
Program Entrepreneur KidsProgram khusus yang dibuat untuk melatih karakter entrepreneur dalam diri peserta didik seperti mandiri, kepemimpinan, bertanggung jawab, kreatif dan lain-lain.Membekali peserta didik untuk menjadi entrepenur sukses di masa depan dengan kemandirian, kepemimpinan, kreatif, manajemen diri & keuangan dan lain-lain.

Pada level inilah biasanya dijadikan pesan utama dalam alat promosi seperti brosur, flyer, poster, dan lain-lain.

Lalu, jika ditanya manakan yang lebih efektif? Saya cenderung menggunakan mencoba semua level selling dan melihat mana yang lebih efektif dengan target market.

Bagaimana menurut Anda? Apakah level selling dalam marketing sekolah ini bisa diterapkan?

0

Share on:

Leave a Comment