Marketing, Marketing Sekolah

Tips Marketing Sekolah Saat Pandemi

Tantangan saat pandemi ini, selain menyelenggarakan layanan pendidikan adalah bagaimana mempertahankan kepuasan walimurid. Daftar Isi hide 1. Understand Your Audience’s Changing Priorities...

Written by Bang Ridlo · 2 min read >

Tantangan saat pandemi ini, selain menyelenggarakan layanan pendidikan adalah bagaimana mempertahankan kepuasan walimurid.

Kepuasan walimurid ini menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran (marketing) sekolah. Lalu, bagaimana mempertahankan loyalitas dan kepuasan walimurid sebagai salah satu startegi marketing sekolah?

Menurut Marco De Novellis yang dimuat di aacsb.edu, ada 4 tips marketing sekolah yang bisa dilakukan saat pandemi diantaranya adalah:

1. Understand Your Audience’s Changing Priorities

Dalam strategi marketing konvensional, pemahaman tentang audiens dalam segmentasi serta kebutuhan mereka adalah hal yang wajib dituntaskan.

Apalagi saat pandemi ini, kita sebagai pemasar atau pemangku kebijakan marketing sekolah sangat perlu mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada audien (walimurid dan atau calon walimurid).

Beberapa perubahan perilaku yang bisa kita identifikasi seperti: frekuensi penggunaan perangkat elektronik (smartphone dan gadget), frekuensi pemanfaatan media sosial beserta waktu (durasi), minat dan prioritas walimurid dan calon walimurid dan lain-lain.

2. Re-think Your Messaging

Sebagian besar walimurid ataupun calon walimurid yang menjadi target marketing sekolah kita, tetap membutuhkan informasi mengenai sekolah kita melalui media internet.

Sehingga, anggaran untuk memasang iklan di media sosial maupun channel lain perlu dipertimbangkan untuk tetap dilaksanakan.

Pesan yang bisa kita sampaikan pada channel tersebut baik dalam bentuk iklan maupun cara organik (non iklan) adalah bagaimana cara sekolah menangani krisis (kebijakan dan program selama pandemi).

Komunikasikan nilai jangka panjang dari apa yang kita janjikan dari kebijakan maupun program yang kita rancang serta bagaimana nilai tersebut bisa membantu mengatasi permasalahan yang menjadi bean pikiran mereka.

Perbanyak kegiatan streaming live tentang program-program yang bermanfaat untuk para walimuri (parenting online), Live IG, Live Facebook, Live Youtube yang membantu mereka mampu menjadi pendamping belajar bagi putra-putri mereka.

Meskipun pandemi ini tidak bisa diprediksi, tunjukkan bahwa lembaga kita selaras dengan keinginan para walimurid agar pendidikan tetap terselenggara dengan baik dan anak-anak mendapatkan jaminan pendidikan yang berkualitas sama seperti pembelajaran sebelum pandemi.

3. Be Transparent

Pandemi ini membawa tantangan baru untuk proses marketin sekolah. Alih-alih seperti sebelum pandemi dimana para calon peserta didik beserta orangtuanya tidak membutuhkan waktu lama untuk berfikir (saat sudah yakin dengan lembaga kita).

Sekarang, mereka hampir dipastikan mengulur waktu untuk mencari tahu lebih banyak tentang sekolah kita serta membandingkannya dengan sekolah-sekolah lain.

Tidak ada yang lebih baik dari kejujuran dan sepenuhnya terbuka (transparan), tidak menutu-nutupi hal yang memang harus diketahui oleh masyarakat (terutama calon walimurid target market kita).

Jika mereka bertanya melalui live chat atau jaringan telepon, pastikan menceritakan dengan jelas dan terbuka. Tidak semua masalah yang dialami oleh walimurid bisa diatasi dengan baik dengan segala keterbatasannya.

4. Consider Content Marketing

Pembuatan dan publikasi dalam bentuk konten edukatif adalah salah satu cara yang paling efektif meningkatkan engagement dengan audien.

Kualitas konten serta frekuensi publikasi yang efektif akan meningkatkan persepsi mereka terhadap sekolah. Kegiatan inipun sebenarnya bagian dari branding sekolah yang bisa diintegrasikan.

Sebab, titik akhir dari branding sekolah adalah persepsi yang berhasil ditanamkan di benak walimurid dan calon walimurid.

Konten ini juga menjadi pengait dari informasi yang sifatnya promosi. Sehingga, saat disebutkan permasalahan mereka, nama sekolah dan lembaga kita yang berada di top of mind mereka.

Kegiatan ini sekali lagi meskipun masuk ranah dari branding sekolah yang di desain dengan jangka waktu yang panjang, di saat pandemi ini menjadi sangat penting untuk menjaga brand sekolah tetap dikenal serta bagian dari promosi secara halus.

Demikian tips marketing sekolah saat pandemi ini, semoga menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk keberlangsungan lembaga kita.

Apakah anda sudah mencobanya, dan bagaimana hasilnya? Mari kita diskusikan di panel komentar.

Sumber: https://www.aacsb.edu/insights/2020/april/marketing-your-business-school-during-a-pandemic-4-tips

Written by Bang Ridlo
Menyukai dunia pendidikan, strategi branding dan marketing untuk sekolah dan lembaga serta secangkir kopi hitam tanpa gula. Kenalan yuk! Profile

Leave a Reply