Panduan Membuat Landing Page untuk PPDB Bagian 2

Sebelum anda membaca artikel ini, saya sarankan anda membaca artikel bagian pertama.

Setelah kita memahami apa sebenarnya landing page, lalu pertanyaannya apakah bisa landing page diimplementasikan dalam strategi marketing sekolah yang dilakukan secara digital?

Jawaban dari pertanyaan ini kembali kepada karakteristik dari target market yang disasar oleh tim marketing sekolah. Sebab, boleh jadi target market sekolah kita kadang tidak memerlukan halaman penawaran atau landing page. Cukup formulir pendaftaran ataupun nomor kontak whatsapp untuk melakukan proses pendaftaran secara online.

Jika menurut anda, target market sekolah anda cukup baik dalam mengakses informasi menggunakan smartphone dan kemungkinan besar mereka banyak mencari informasi mengenai sekolah melalui internet maka anda saya rekomendasikan untuk melanjutkan membaca artikel ini.

Langkah-langkah dalam membuat Landing Page (LP) untuk PPDB Online:

  1. Membuat rancangan alur dan kerangka LP
  2. Membuat konten untuk LP
  3. Menyiapkan form untuk LP (jika perlu)
  4. Mempublikasikan LP
  5. Mereview dan mengevaluasi LP

1. Membuat Rancangan Alur & Kerangka LP

Kita mulai dari langkah pertama. Oh ya, saya mengasumsikan anda sudah melakukan riset sederhana tentang relevansi landing page ini dengan target market sekolah anda ya?

Seperti ungkapan, gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Maka, kita perlu menyusun rencana yang optimal agar hasil yang kita cita-citakan juga berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan.

Pada tahap perencanaan dan perancangan ini, tugas pertama kita adalah merancang alur akses yang diperoleh audiens atau target market kita saat mereka diarahkan ke LP yang akan kita susun.

Sederhananya, anda bisa melihat gambar di bawah ini:

Gambar di atas adalah rancangan funneling (terowongan) dari marketing digital yang bertujuan akhir pada pendaftaran ulang. Anda perlu merancang alur (seperti gambar) di atas agar landing page yang disusun benar-benar efektif dan efisien.

Jika kita menggunakan contoh alur di atas, maka landing page ini menjadi kunci dari keberhasilan penawaran kita terhadap audiens (target market) yang datang dari 2 jenis sumber baik secara organik maupun non organik.

2. Membuat Konten LP

Jika sekolah telah memiliki website, baik yang dibangun dengan struktur pemrograman mandiri ataupun semi instant seperti WordPress, Joomla ataupun CMS yang lainya. Maka, LP bisa langsung dibuat dengan mesin yang tersedia di website sekolah.

Namun jika sekolah belum memiliki website yang mumpuni, maka anda bisa menggunakan penyedia pembuat landing page seperti: Wix.com, Google Site, Share Point, Weebly, Yola, Squarespace, dll. Tools tersebut bisa kita gunakan secara GRATIS untuk membuat landing page sederhana untuk PPDB online.

Setelah alur selesai, kita perlu merancang kerangka atau formula landing page yang akan kita buat. Setidaknya ada 6 komponen yang sebaiknya ada dalam landing page kita diantaranya adalah:

  1. Headline
  2. Gambar/Video
  3. Subheadline
  4. Badan/Isi penjelasan
  5. Social proof/testimoni
  6. Call to action

Headline & Subheadline

Headline adalah kalimat utama di awal kita menyusun landing page. Biasanya dibuat dengan ukuran paling besar dan dominan. Agar tingkat konversi tinggi di landing page kita, headline ini setidaknya harus memiliki 5 hal mendasar seperti:

  1. Tidak membosankan
  2. Langsung bisa dipahami
  3. Tidak bertele-tele
  4. Menyajikan manfaat
  5. Terasa personal

Fungsi utama dari headline ini adalah menangkap perhatian. Seperti kita yang seringkali terjebak saat ada yang membagikan artikel di media sosial dengan judul yang provokatif.

Namun, ingatlah bahwa kita sedang menawarkan jasa layanan pendidikan, dan akan terasa kurang ‘etis’ jika judul atau headline yang kita buat mengarah ke provokatif atau memuat informasi yang tidak benar.

Contoh headline yang bisa kita pilih saat membuat landing page:

  • Tempat Belajar Pemimpin Masa Depan
  • Pusat Para Penghafal Quran dan Da’I Profesional
  • Sekolah Masa Depan

Kita juga bisa menambahkan subheadline (di bawahnya headline) agar pesan di headline bisa tersampaikan dg baik. Subheadline ini bertugas untuk menjelaskan lebih lanjut tentang headline yang membuat orang penasaran.

Gambar & Video

Gunakan gambar dan video untuk membuat pesan yang lebih kuat dan jelas, sebab ada sebagian orang yang cenderung lebih menyukai melihat gambar dibandingkan tulisan. Catatan pentingnya adalah, gambar dan video yang anda masukkan di landing page merupakan gambar dan video yang relevan, memperkuat pesan bukan malah sebaliknya.

Konten Badan Landing Page

Konten badan atau isi penjelasan dalam landing page untuk PPDB fokus pada solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh audiens (target market). Biasanya terangkum dalam fitur/benefit serta kelebihan sekolah atau lembaga kita.

Setidaknya, pertanyaan berikut harus terjawab di badan atau isi penjelasan landing page kita:

  • Mengapa saya harus mendaftarkan anak saya di sekolah ini?
  • Apa bedanya sekolah ini dengan sekolah lainnya?
  • Solusi apa yang ditawarkan sekolah ini?
  • Garansi apa yang dijanjikan di sekolah ini?
  • Berapa investasi yang harus disiapkan?
  • Bagaimana cara mendaftarkan anak saya sekolah disini?
  • Apa saja persyaratannya?

Pilihan panjang atau pendeknya landing page ini menyesuaikan dengan karakteristik dari audiens (target market) kita. Jika dirasa memang penjelasan yang cukup panjang bisa diterima dan terbaca dengan baik, sebba mereka benar-benar membutuhkan informasi ini, maka landing page anda pun juga perlu di desain dengan memanjang.

Namun, jika dirasa audiens atau target market kita sudah tidak bertanya-tanya lagi tentang sekolah kita, hanya memerlukan penjelasan singkat mengenai alur dan benefit, maka tidak perlu kita membuat landing page yang panjang.

Social proof dan testimoni

Social proof merupakan bukti sosial yang menyatakan bahwa sekolah kita adalah sekolah yang mampu menjadi solusi atas permasalah yang dihadapi oleh walimurid atau orangtua.

Testimoni dari tokoh masyarakat yang dikenal publik, testimoni pemuka agama, ataupun testimoni walimurid atau alumin yang menyatakan puas dengan layanan pendidikan yang diselenggarakan bisa anda masukkan pada landing page.

Selain itu, social proof juga bisa dalam angka (kuantitatif) seperti jumlah prestasi, raihan proses menajemen, akreditasi sekolah, ataupun jumlah alumni yang lulus.

Call to Action

Call to action adalah sebuah instruksi yang digunakan untuk membuat pembaca (audiens) melakukan aksi seperti melakukan pendaftaran (mengisi form pendaftaran).

Biasanya call to action ajakan untuk menekan tombol pendaftaran (jika ada) atau langsung mengisi form yang disematkan di landing page yang kita buat.

Catatan dalam menggunakan CTA ini adalah gunakan teks untuk tombol yang “tidak terkesan” menjual, sebab kita menawarkan layanan pendidikan.

Contoh: Daftar Sekarang, Ya Saya Tertarik, Daftar Online, Isi Form Pendaftaran, dll

3. Membuat Form Pendaftaran

Formulir pendaftaran yang kita sematkan di landing page, tidak terlalu panjang dan bertele-tele, sebab kita memerlukan data awal dan memudahkan audiens melakukan pendaftaran. Terlebih lagi jika ada investasi untuk administrasi formulir pendaftaran.

Pilihan untuk membuat form ini bisa menggunakan Google Form, Jotform, atau Cognitoform, dan lain-lain.

4. Mempublikasi LP

Landing page yang sudah jadi, bisa kita publikasi di channel media promosi yang biasa digunakan. Seperti: media sosial, grup milis, grup WA, Telegram, email dan lain-lain.

Untuk memudahkan penelusuran bagaimana LP kita diakses, kita bisa membuat labeling untuk masing-masing channel baik secara otomatis dengan Facebook Pixel ataupun dengan labeling pemendek URL seperti bit.ly atau s.id.

Hal ini dilakukan agar kita bisa melihat, channel mana yang menyumbang kunjungan tertinggi di LP yang kita rancang dan publikasi. Sekaligus menjadi bahan evaluasi kita, channel mana saja yang belum optimal.

Bisa juga anda menyematkan salah satu pertanyaan dalam form pendaftaran seperti:

Bagaimana anda mendapatkan informasi PPDB ini?

Pertanyaan di atas bisa menggunakan jawaban opsional yang sudah tertulis (FB, IG, Website, WA, Telegram, Mesin Pencari, dll).

Nah, demikian panduan sederhana untuk membuat landing page PPDB online.

0

Share on:

Leave a Comment

Item added to cart.
0 items - Rp0