Sharing Pengalaman Belajar Bisnis Online & Internet Marketing

Bang Ridlo

Semenjak 2010 dimana sedang booming-nya kata kunci mesin uang internet, saat itu juga saya sedang giat mempelajari topik tersebut serta membuktikannya sembari pekerjaan utama sebagai pendidik.

Ada dua hal yang saya lakukan saat itu, pertama membangun beberapa blog dengan kata kunci yang saya kuasai saat itu dan kedua mencoba mencari produk yang membuka kesempatan untuk menjadi reseller tanpa atau minim modal.

Untuk yang pertama mungkin akan kita bahas di kesempatan lain. Untuk tulisan ini saya ingin menceritakan kepada anda tentang yang kedua yakni bagaimana menghasilkan pemasukan tambahan dengan bisnis online sebagai reseller dan affiliate marketer (internet marketing) minim modal.

Saat itu, jika dibuat langkah-langkah sederhanya ada 4 langkah sederhana yang bisa anda coba jika tertarik dengan model bisnis ini.

1. Pilih & Riset Produk

Saat itu saya sedang aktif-aktifnya menjadi Kaskuser (Pengguna Kaskus) forum online terbesar di Indonesia. Untuk mencari produk yang sesuai dan menarik saya menggunakan web kaskus.

Setelah menemukan beberapa produk, mulai dari Sandal Crocs, Sepatu Casual Bandung, Tas Denim, dan Kaos.

Saat itu saya memilih produk dengan ketentuan sederhana, murah dan sesuai dengan market yang saya tentukan (mulai dari teman-teman dan rekan-rekan media sosial). Saat itu masih menggunakan Blackberry.

Selain faktor murah, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih produk yang saya jual adalah kemudahan transaksi serta komunikasi lancar dengan si penjual atau pemilik produk.

Skeman jika salah ukuran, estimasi pengiriman, pilihan kurir juga menjadi pertimbangan sebab saya tidak menyetok barang.

2. Menyiapkan Toko Online atau Katalog Online

Saat itu, media sosial seperti Facebook masih digunakan untuk mempromosikan produk secara langsung (hard selling). Hal ini membuat saya cukup rajin setiap 2 hari sekali posting tentang produk-produk yang saya jual.

Selain rutin posting di media sosial, saat itu saya juga menggunakan blog di blogspot untuk menampilkan katalog online produk-produk yang saya jual.

Masing-masing produk memiliki blog sendiri. Katalog di blog tersebut dilengkapi dengan foto produk, deskripsi produk dan cara pembelian produk.

Untuk sekarang anda bisa menggunakan lebih banyak platform untuk membuat toko online, bisa di marketplace atau membuat toko online sederhana dengan modal domain dan hosting. Banyak juga penyedia toko online gratis yang bisa anda gunakan (jika tidak ingin keluar modal banyak).

3. Edukasi, Edukasi, Promosi..

Saat itu, tiada hari tanpa promosi yang saya lakukan. Baik di media sosial, maupun melalui broadcast BBM.

Selain itu, saya menggunakan banyak referensi website iklan baris gratis untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke toko online yang saya buat.

Untuk saat ini mungkin pendekatan hard selling seperti ini sudah kurang relevan lagi. Sehingga anda perlu mempertimbangkan untuk merancang tidak hanya promosi tetapi juga edukasi kepada target market anda.

Salah satu framework yang bisa anda gunakan adalah AIDA untuk membuat sales funnelling ataupun perjalanan calon buyer dengan produk anda.

Untuk membuat edukasi dan promosi yang menarik anda juga memerlukan senjata berupa konten yang menarik juga.

Konten tidak hanya dalam bentuk flyer, konten seperti video reels, tiktok, short youtube akan membuat produk yang anda promosikan memiliki daya tarik tersendiri.

Belum lagi pemanfaatan fitur jualan secara Live yang disediakan berbagai media sosial yang juga bisa anda gunakan.

4. Manfaatkan Saluran Promosi

Pada saat saya memulai berbisnis online dengan model reseller dan affiliate marketer, hal yang paling menjadi pertimbangan adalah modal yang seminimal mungkin.

Pemanfaatan media sosial untuk mengedukasi, menghibur sekaligus mengumpulkan target market yang prospek bisa juga anda optimalkan.

Saat itu sedang booming penggunaan Blackberry dengan BBM-nya sehingga saya mengoptimalkan BBM untuk menjaring database baru maupun melakukan broadcast BBM.

Facebook dan twitter juga tidak ketinggalan untuk dimanfaatkan untuk edukasi dan promosi rutin setiap hari. Serta website milis dengan jutaan member seperti Kaskus membuat saya aktif di setiap postingan yang viral untuk menciptakan engagement dengan si TS ataupu pembaca lain yang mungkin bisa menyadari keberadaan produk yang saya promosikan di setiap footer postingan saya.

Untuk era sekarang anda dimudahkan dengan berbagai pilihan untuk melakukan promosi sekaligus pilihan untuk membangun sistem seperti funneling ataupun yang lainnya.

Sederhananya adalah, tidak ada closing tanpa selling.

5. Review & Evaluasi

Sampai detik ini saya bisa menyimpulkan secara umum, bahwa tidak ada garansi strategi marketing ataupun selling yang optimal tanpa adanya peninjauan ulang dan evaluasi.

Konsekuensinya, saat anda menggunakan salah satu strategi, contohnya email marketing, mulai dari perencanaan, pembuatan copy, penawaran, edukasi perlu ditinjau ulang efektivitas dari strategi email marketing tersebut.

Apakah sudah cukup membuat orang tertarik membuka email dari kita?

Apa yang membuat orang tertarik membaca email dari kita?

Seberapa baik conversion rate yang terjadi setelah membaca email penawaran dari kita?

Jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan bahan untuk kita mengevaluasi strategi yang sudah kita pilih dan jalankan. Jika ada yang kurang, bisa diperbaiki, kemudian dioptimalkan dan dijalankan.

Siklus perencanaan, eksekusi, review dan evaluasi ini menjadi serangkaian aktivitas yang akan membuat strategi kita menjadi semakin tajam dan efektif.

Demikian cerita sederhana tentang perjalanan saya dalam belajar sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dengan bisnis online dan internet marketing.

Bagaimana menurut Anda? Ceritakan pengalaman anda selama belajar tentang internet marketing selama ini! Semoga bermanfaat.

NB: Oh ya, jika anda ingin belajar lebih jauh tentang bisnis online dan internet marketing anda bisa Ritaelfianis.id sebagai sumber bacaan anda.

0

Share on:

Leave a Comment