Bagaimana Cara Lolos Interview dengan ‘Mudah’ dan ‘Menyenangkan’

Artikel ini terinspirasi saat saya membaca beberapa curhatan beberapa postingan di media sosial yang berseliweran.

Mereka memposting tentang betapa sulitnya mencari lowongan pekerjaan yang sesuai serta bagaimana bisa lolos saat wawancara atau interview dilakukan.

Kali ini saya ingin membahas tips bagaimana lolos interview dengan mudah dan menyenangkan.

Disclaimer dulu ya, ini adalah pure pengalaman pribadi dan sangat-amat subyektif. Boleh jadi ini cukup efektif untuk saya dan sebagian dari teman-teman, boleh jadi belum se-efektif harapan anda.

Tips berikut adalah sekumpulan dari dua sudut pandang, pertama sebagai peserta interview dan kedua sebagai interviewer (orang yang melakukan wawancanra).

Mudah ini berarti usaha dan upaya yang dilakukan sedang-sedang saja, tidak terlalu WOW atau sangat effort.

Menyenangkan ini berarti upaya yang dilakukan tidak menjadi beban dan sesi interview berlangsung santai dan menyenangkan (tidak menegangkan).

Lalu, seperti apa tipsnya? Lets check it out!

1. Menyiapkan Mental & Fisik

Tidak bisa dipungkiri, kualitas jawaban saat interview sangat ditentukan oleh apa yang ada di pikiran kita.

Bayangkan jika sebelum interview dilakukan, di rumah sebelum berangkat sudah sarapan “masalah” atau misal bersitegang dengan tetangga.

Atau anda bisa membayangkan saat akan melakukan interview, kondisi pikiran sedang berkelana ke beban hutang atau pengalaman buruk saat di jalan raya dengan pengendara lain.

Kondisi pikiran (aka mental) ini menjadi faktor penting, apakah interview kita bisa berjalan dengan “mudah” dan “menyenangkan” atau sebaliknya.

Setidaknya, jika kondisi mental kita tenang, tidak tergesa-gesa, rasa percaya diri kemungkinan besar bisa tumbuh dan tampak. Sehingga, cara kita menjawab pertanyaan dari interviewer menjadi lebih mudah dan mantap.

Selain itu, kondisi fisik, saya menyebutnya dalam keadaan sehat dan prima. Tidak sedang mengalami sakit kepala, maag, atau penyakit yang membuat tubuh kita tidak bisa mentolelir keadaan yang cukup memberikan tekanan seperti wawancara kerja.

Berolahraga menjadi bagian penting yang perlu anda pertimbangkan agar kondisi fisik kita sebelum interview dilakukan lebih siap dan prima.

2. Mempelajari Perusahaan yang Bersangkutan

Selama saya menjadi peserta interview, pengalaman yang paling berkesan dan sukses manakala saya sudah mengenal perusahaan yang akan melakukan interview.

Lakukan riset sederhana dengan mempelajari profil perusahaan di website mereka, media sosial, bahkan melihat tayangan profil dalam bentuk video di channel youtube mereka.

Intinya adalah pelajari sedalam mungkin informasi tentang perusahaan yang akan mengundang anda interview.

Hal ini akan membuat anda siap secara mental dan mampu memberikan jawaban yang relevan dengan kebutuhan si HRD tersebut.

Dan yang pasti adalah, anda akan dinilai serius serta memang antusias dengan kesempatan interview yang diberikan.

Anda juga akan dinilai berpotensi memberikan kontribusi yang positif kepada perusahaan yang sedang membutuhkan SDM melalui interview ini.

Oh ya, jika anda juga sedang mencari lowongan pekerjaan di daerah Bali, saya merekomendasikan website hhrmabali.com untuk informasi lowongan kerja Bali yang up-to-date.

Jadi setelah mendapatkan info lowongan kerja dari hhrmabali.com dan mendapatkan kesempatan interview, lakukan riset perusahaan yang mengundang anda interview.

3. Penampilan yang Proporsional

Suka atau tidak, cara kita berpenampilan saat interview menjadi poin pertama si Interviewer melakukan penilaian.

Meskipun ini terlihat subyektif, namun penampilan yang rapi, bersih, “pantas” serta sesuai dengan posisi yang dilamar ini menentukan seperti apa penilaian dari si Interviewer.

Ini bukan berarti pakaian yang anda kenakan saat interview dilakukan harus pakaian yang mahal.

Namun, penampilan ini berarti dari ujung rambut sampai ujung kaki terlihat pantes, orang jawa menyebutnya “mantesi” (saya menterjemahkan ini menjadi proporsional).

Bahasa tubuh kita pun juga menjadi bagian dari penampilan yang perlu kita perhatikan.

Condong tubuh ke depan, menandakan kita memang antusias. Menyilangkan kaki boleh jadi bagi sebagian orang dianggap kurang sopan dan terkesan angkuh (ini pendapat pribadi ya..)

Maka, pastikan gestur tubuh anda saat interview ini membawa pesan baik dan positif, bukan sebaliknya.

4. Gaya Berkomunikasi

Saya sering melakukan kesalahan ini saat menjadi peserta interview. Saya yang berkepribadian koleris-sanguin ini terkadang terlalu mudah bercanda hal-hal receh.

Seringkali juga terlalu banyak bercerita hal-hal yang diluar konteks pertanyaan.

Niatnya agar wawancara terasa lebih santai dan menyenangkan. Namun, tidak semua interviewer ini menyukai gaya komunikasi santai dan sedikit bercanda.

Maka, anda perlu jeli dalam melihat kondisi dan situasi.

Sebelm melontarkan candaan atau hal-hal receh lainnya, sangat perlu anda menilai apakah interviewer ini nyaman dengan hal tersebut, atau malah sebaliknya.

Anda akan dinilai mereka tidak serius, cengengesan, sok akrab dan kemelinthi (baca: sok tahu).

Cukup menjawab dengan tenang, tidak tergesa-gesa, berikan penekanan pada hal-hal penting, tidak terlalu cepat atau tidak terlalu lambat dalam tempo berbicara.

Gunakan bahasa Indonesia yang sopan dan casual. Tidak terlalu formal dan tidak terlalu santai.

5. Ucapkan Terimakasih

Sampaikan terimakasih atas kesempatan interview yang dilakukan. Jika memungkinkan ajukan pertanyaan tentang kepastian hasil wawancara.

Namun ingat, bertanya kepastian bukan berarti agresif dalam bertanya. Bertanya dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Sampaikan juga permohonan maaf jika selama melakukan sesi wawancara ada hal-hal yang kurang berkenan.

Menurut saya, apapun hasil dari interview ini sejatinya kita sedang membangun hubungan dengan interviewer selayaknya hubungan manusia yang sosial.

Ini akan meningkatkan kesempatan dan peluang anda di masa depan lebih baik, dibandingkan anda meninggalkan ruang wawancara tanpa ucapan terimakasih dan permintaan maaf.

Jika anda tulus dalam melakukan ini, saya menjamin pasca interview anda akan membuat anda lebih tenang dan nothing to loose.

Kebiasaan ini juga perlu anda bangun terlebih jika anda bercita-cita berkarir di industri pelayanan seperti perhotelan dan pariwisata.

Sebab, dunia industri jasa memerlukan orang-orang dengan jiwa “melayani”, salah satunya adalah ketulusan dalam mengucapkan terimakasih dan mohon maaf.

Demikian artikel tentang bagaimana cara lolos interview dengan mudah dan menyenangkan ini. Semoga bermanfaat dan jika anda sedang mencari informasi lowongan kerja di industri perhotelan dan pariwisata anda bisa mengunjungi HHRMA Bali.

Selain itu anda bisa mendapatkan informasi seputar tips mendapatkan pekerjaan di dunia perhotelan dan pariwisata di HHRMA Bali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top