Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah artikel yang mengulas tentang apa saja yang membuat guru itu sejahtera. Artikel ini mengutip informasi dari Education Support UK (United Kingdom) yang mengemukakan ada 6 faktor kunci yang mempengaruhi kesejahteraan para guru (wellbeing teachers).
Mari kita bedah satu per satu. Capcus..
1. Demand
Faktor pertama ini mencakup bagaimana para guru ini mendapatkan beban kerja sebagai guru profesional beserta fungsi-fungsi lain yang menyertainya.
Ini berarti tergantung dari kebijakan sekolah dan pimpinannya. Satu sekolah dan lainnya memiliki kebijakan yang berbeda dan mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan guru.
Selain itu, dalam faktor pertama ini ada unsur lingkungan kerja. Lingkungan kerja ini terdiri dari pimpinan beserta gaya kepemimpinannya, budaya kerja, rekan kerja, suasana di tempat kerja (sekolah), beserta orang-orang yang ada di dalam sekolah.
2. Control
Faktor ini adalah sejauh mana seorang guru bisa mendapatkan kontrol atas pekerjaan yang ia lakukan. Jadi, saat ia menjadi walikelas sejauhmana ia mengatur, mengelola dan menjadi manajer kelas tersebut menentukan faktor ini berpengaruh terhadap kesejahteraan dan kebahagiannya.
Boleh jadi walikelas ini menjadi tidak merasa sejahtera dan bahagia karena ruang gerak, kebebasan, kreativitasnya dibatasi oleh kebijakan atau instruksi pimpinan sekolah.
3. Support
Faktor ketiga ini adalah tentang bagaimana pimpinan, rekan kerja, dan sistem mendukung keterlaksanaanya dan kelancaran seorang guru dalam menunaikan tugasnya.
Apakah pimpinan, rekan kerja dan sistem itu mendukung pekerjaanya lebih efektif dan efisien tuntas, atau sebaliknya?
Jadi ketiganya mempengaruhi seberapa sejahtera dan bahagianya guru yang bersangkutan. Apakah ia mendapatkan dukungan yang cukup atau sebaliknya.
4. Relationships
Faktor ini dijelaskan dalam artikelnya adalah hubungan yang terbangun apakah lebih banyak menimbulkan konflik atau hubungan yang harmonis dan damai di sekolah.
Selain itu, keberadaan orang-orang tertentu yang membawa perilaku yang kurang sesuai dengan ekspektasi gurut tersebut juga menjadi hal penting yang membuat guru sejahtera dan bahagia.
5. Role
Faktor ini berkaitan dengan pemahaman tentang job desc, serta ekspektasi dari pimpinan serta lembaga (sistem).
Tentu, guru yang memahami area pekerjaannya dengan baik, sekaligus mampu memenuhi ekspektasi dari pimpinan beserta lembaga menjadi indikator guru merasa sejahtera dan bahagia.
6. Change
Segala sesuatu bisa berubah dan perubahan itu bisa muncul dari dalam maupun luar lembaga (sekolah).
Faktor ini menunjukkan bahwa kemampuan mengikuti dan menyesuaikan perubahan yang dilakukan sekolah atau lembaga, menjadi penting untuk kesejahteraan dan kebahagiaan guru tersebut.
Jika anda perhatikan, ke enam faktor ini mungkin bisa dikaitkan dengan lembaga anda. Namun, tentu sekolah memiliki keunikan berbeda-beda, termasuk faktor mana yang paling memberikan pengaruh besar terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan guru di dalamnya.
Jika ditarik kesimpulan maka untuk mengetahui seberapa sejahtera dan bahagia para guru kita di sekolah, perlu diperiksa enam faktor di atas.
- Kesesuaian beban kerja dan kompensasi
- Lingkungan kerja (budaya kerja)
- Batasan kontrol atas pekerjaan yang dilakukan
- Gaya kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan
- Rekan kerja beserta perilakunya
- Daya dukung dari pimpinan dan rekan kerja serta sistem
- Pemahaman atas ruang lingkup pekerjaan (kejelasan job desc) dan ekspektasi
- Kebijakan lembaga dalam beradaptasi (merespon) perubahan yang terjadi di dalam dan diluar lembaga
Anda bisa mengembangkan menjadi item yang lebih luas dan mendalam (tergantung kebutuhan)
Nah, bagaimana menurut anda para leader? Apakah keenam faktor ini memang benar mempengaruhi kesejahteraan dan kebahagiaan para guru anda di sekolah?

